Sabtu, 15 September 2012

contoh laporan biologi "PERTUMBUHAN BIJI KACANG HIJAU"



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pertumbuhan adalah aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak. Proses pertumbuhan pada tumbuhan yang sangat penting adalah adanya proses fotosintesis yang memerlukan sinar matahari. Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterkena cahaya matahari akan lebih pendek dari pada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap.Peristiwa ini disebut dengan etiolasi.Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen. Produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.

1.2 Tujuan Penelitian
            Mengamati dan pelajari pertumbuhan pada biji kacang hijau berdasarkan factor intensitas cahaya yang berdeda


1.3 Rumusan Masalah
1. Apakah cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah ?
2. Mana yang lebih cepat tumbuh atau lebih cepat tinggi kecambah di tempat terang
    dalam ruangan atau tempat gelap ?
1.6  Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara lain dapat mengetahui efek dari sinar matahari terhadap tumbuhan, baik efek positif maupun negatif, dan mengetahui kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan biji kacang hijau serta mengetahui factor yang mempengaruhi biji kacang hijau tersebut untuk berkecambah.


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori
Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan yang diikuti dengan pertumbuhan primer dan sekunder.
A. Perkecambahan
Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi(tidur). Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang.
Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yangt berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis.
 Perkecambahan biji ada dua macam yaitu perkecambahan epigeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus radiatus) dan kacang tanah (Arachis hypogaea). Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di dalam tanah, misalnya pada perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), jagung (Zea mays), dan padi (Oryza sativa).
B. Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer. Pertumbuhan primer pada tumbuhan hanya terjadi pada bagian tertentu saja yaitu pada bagian yang aktif membelah dan tumbuh. Bagian tersebut disebut jaringan meristem. Pada jaringan meristem terdapat bagian titik tumbuh akar dan titik tumbuh batang yang telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio.
C. Pertumbuhan Sekunder.
Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada dikotil dan gymnospermae.

2.2 Hipotesa
Perkecambahan pada biji kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap akan mengalami kelajuan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan perkecambahan kacang hijau yang diletakkan di dalam ruangan dan di tempat yang terang. Hal ini disebabkan adanya pengaruh hormon auksin yang dipengaruhi oleh cahaya matahari.























BAB III
METODE PENELITIAN
1. VARIABLE
-          Variabel Kontrol     : gelas plastic, kapas, air, biji kacang hijau, suhu
-          Variabel Bebas        : intensitas cahaya matahari
-          Variabel Terikat     : pertumbuhan pada biji kacang hijau
2. RANCANGAN PENELITIAN
*      Alat dan Bahan
1.      3 buah gelas plastik
2.      21 biji kacang hijau
3.      Kapas
4.      Mistar dan Alat Tulis
5.      Air secukupnya
*      Cara Kerja
1.      Pilihlah 21 biji kacang hijau yang memiliki ukuran yang sama, untuk ditempatkan pada 3 gelas plastic.
2.      Berilah label atau tanda pada ke 3 gelas plastic tersebut, masing-masing gelas plastik A (di tempat terang), gelas plastik B (dalam ruangan) dan gelas plastic C (di tempat gelap).
3.      Ambillah sejumlah kapas dan bagi menjadi 3 bagian yang sama, dan tempatkan dalam 3 gelas plastic yang telah disediakan 
4.      Basahi semua kapas tersebut dengan air secukupnya. Usahakan jumlah air yang digunakan untuk membasahi kapas volumenya sama.
5.      Letakkan masing-masing gelas plastic di tempatnya masing-masing yang telah di tentukan sesuai label/tanda.
6. Jika biji telah tumbuh, ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari ke-3 tumbuhan biji kacang hijau di gelas plastik tersebut.
7. Amatilah pertumbuhan yang terjadi, dan catatlah pertumbuhan kecambah pada interval waktu selama 7 hari.
8. Buatlah kesimpulan tentang pertumbuhan kecambah pada tempat yang berbeda intensitas cahayanya.
3. DATA HASIL PERCOBAAN
-          Gelas plastic A “memperoleh cahaya matahari”
Hari ke-
Perubahan Kuantitatif
Perubahan Kualitatif
Panjang Batang
(rata-rata)
Panjang Daun
(rata-rata)
Jml. Yg tumbuh
= 7 biji
Tum. Tunas
Warna daun
1
-
-
-
-
-
2
1cm
-
1
ü   
-
3
-
-
-
-
-
4
1,5cm
0,5 cm
2
ü   
Hijau
5
2,7 cm
0,5 cm
3
ü   
Hijau
6
2 cm
0,9 cm
4
ü   
Hijau
7
6,5 cm
2,5 cm
2
ü   
Hijau

-          Gelas plastic B “dalam ruangan”
Hari ke-
Perubahan Kuantitatif
Perubahan Kualitatif
Panjang Batang
(rata-rata)
Panjang Daun
(rata-rata)
Jml. Yg tumbuh
= 7 biji
Tum. Tunas
Warna daun
1
-
-
-
-
-
2
-
-
-
-
-
3
-
-
-
-
-
4
1 cm
-
1
ü   
-
5
1,7 cm
-
1
ü   
-
6
4,8 cm
-
1
ü   
-
7
7 cm
-
1
ü   
-




-          Gelas plastic C “tempat Gelap”
Hari ke-
Perubahan Kuantitatif
Perubahan Kualitatif
Panjang Batang
(rata-rata)
Panjang Daun
(rata-rata)
Jml. Yg tumbuh
= 7 bijji
Tum. Tunas
Warna daun
1
-
-
-
-
-
2
1 cm
-
2
ü   
-
3
-
-
-
-
-
4
2,5 cm
-
6
ü   
-
5
1,9 cm
0,5 cm
5 (mati satu)
ü   
Kuning
6
3,74 cm
1 cm
5
ü   
Kuning
7
4,5
1,5 cm
5
ü   
Kuning

4. PEMECAHAN MASALAH
v  PERTANYAAN
1.      Apakah cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah ?
2.      Mana yang lebih cepat tumbuh atau lebih cepat tinggi kecambah di tempat terang, dalam ruangan atau tempat gelap ?

v  JAWABAN
1.      Ya! Sangat berpengaruh karena tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk tumbuh. Banyaknya cahaya yang diperlukan setiap tanaman tidak selalu sama. Umumnya cahaya menghambat pertumbuhan meninggi dan merangsang pembungaan.
2.      Kecambah yang berada di tempat gelap atau yang kita beri tanda/label C ternyata tumbuh lebih cepat, tetapi daunnya kecil tipis, warnanya kekuningan, batangnya lemah dan airnya tidak banyak. kecambah yang tumbuh di tempat gelap lebih cepat tumbuh tinggi dari pada kecambah yang tumbuh di dalam ruangan dan di tempat terang karena cahaya dapat menguraikan hormon auksin yang dapat menghambat pertumbuhan.


PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Dari Pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau yang telah kelompok kami lakukan, kami mengambil keputusan bahwa pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari percobaan yang telah kami lakukan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau ini yang ditambah air dalam kapas yang ukurannya sama tetapi dengan intensitas cahaya yang berbeda ( A = ditempat terang, B = dalam ruangan, C = ditempat gelap) , kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis yang kita perkirakan telah benar.
Tumbuhan yang berada pada tempat gelap akan lebih cepat tinggi (etiolasi) daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya. Atau dapat dikatakan bahwa cahaya memperlambat/menghambat pertumbuhan meninggi (primer). Hal tersebut dapat terjadi karena cahaya dapat menguraikan auksin.

B.     SARAN
Dalam melakukan pengamatan ini masih terdapat banyak kekurangan baik dalam pengukuran maupun dalam penganalisaan. Saran kami Sebelum penanaman , terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk memecah dormansi biji itu sendiri. Di muka bumi ini tumbuhan adalah sumber makanan , marilah kita menjaga kelestarian tanaman karena kita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan ada di muka bumi ini. Dan semoga dengan adanya makalah yang kami buat yang berjudul “Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan  Biji Kacang Hijau “ dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Amiin……





Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Biologi SMA kelas XII.Jakarta: Pusat Perbukuan.
Kusumawati,Rahana dan Muhammad Luthfi Hidayat. 2012. Biologi SMA kelas XII.Klaten:Intan Pariwara.


16 komentar: